Minggu, 25 Oktober 2009

Peraturan Debate Bahasa Inggris 13 04 2008

Peraturan Debate Bahasa Inggris
13 04 2008

Motion :

Topik yang diperdebatkan (Tentu sudah pada tahu…)

Parameter :

Limitation of the argument, yaitu batasan yg harus diberikan oleh team positif agar pembicaraan tidak panjang lebar dan tidak sesuai dengan Motion.

Parameter penting sekali karena dalam perdebatan akan muncul ide-ide baru yang nantinya tidak akan bertemu pada satu titik.Maka gunanya parameter untuk membatasi isi daripada pembicaraan.

Parameter juga bisa digunakan sebagai penjebak apabila team lawan berargumen yg keluar dari parameter anda.

Jika Affirmative Team tidak memberikan parameter maka haknya bisa diambil oleh Negatif Team dan itu sangat berbahaya, karena jalur pembicaraan dipegang oleh team lawan.

Team Split :

Bagian-bagian yang akan di bicarakan oleh masing-masing speaker.

Misalnya : society point of view,Law point of view,Morality point of view,Health pof dll.

Themeline :

Garis besar/inti dari motion yg diambil dari keseluruhan argument

Matter :

Materi yg dismpaikan harus sesuai dan berhubungan dengan motion(jgn keluar jalur)

Manner :

Cara penyampaian argument: sopan,tegas,meyakinkan,suara jgn sampai lembek karena berpengaruh pd kekuatan argument anda,jg BODY LANGUAGE jg sangat penting(jgn tegang seprti patung).

(bisa dengan alittle bit emotion,tapi jangan marah2)

Method :

Metode penyampaian dari 1st speaker-3rd speaker dan pembagian tugas harus jelas.

Ketiga unsur ini mempengaruhi margin dalam penjurian.

Timer :

Ini juga sangat penting waktu semakin panjang makin bagus.

Pengalaman saya : waktu bicara tidak usah terburu2 jika apa yg disampaikan tidak banyak, cobalah mengulur waktu dengan pura2 berpikir(acting),jadi waktu kita yg lama sebelum ketukan harus berhenti akan menambah margin juga dalam penilaian.

Reply Speech:

Kesimpulan dari ketiga argument yg menguatkan. Bisa di bawakan oleh 1st atau 2nd speaker(pembicara ketiga tidak boleh memberikan Reply Spech didlm Australian debate rules.

Perlu diingat dlm penyampaian reply spech jangan sampai membuka kasus/ ide baru.Hanya sebuah penegasan dari argument team saja.

Tugas2 Team Affirmatif

1st speaker: (1st speaker mendapat tugas paling banyak dan jangan ada yg tertinggal)

1.

Introducing team
2.

Giving the motion,parameter,themeline and team split.
3.

argument

Contoh:

Greetings

Good morning/afternoon,ladies and gentleman the member of this house..atau..Madam,Mr.speaker sir the member of this house.

Thankyou for the apportunity that given to me.We are from SMK N 1 Saptosari Wonosari.Lets me to introduce our team.

Me as the 1st speakr,my name is…, Our 2nd speaker is…,and our 3rd speaker is…

Next i would like to give our motion today,our motion today is Thbt our govermnt should take a firm action upon illegal miner.

From that motion we will give our themeline: That we as the affirmatif team absolutly agree that the gvrment must take a firm action to the illegal miner for the goodness of our country.

Then our parameter today is that we just talk about the gold illegal miner in our country(dalam hal ini bs anda ganti dgn pertambangan yg lain,misal: minyak etc.)

(Jadi jika lawan anda sampai bicara soal minyak padahal team anda memberikan pembatasan hanya pada penambangan emas,berarti satu kelemahan dari lawan bisa anda jadikan senjata.Anda bisa langsung nembak bahwa apa yg merka bicarakan lari dari parameter yg anda buat sbg team+)

well,continue to our team split,

Me as the 1fst speaker would like to talk about the effect for Economic point of view,our 2nd speaker would like to talk about the Law pov and the 3rd speaker wldlike to give more proof and summery of our argument. (bisa diganti P.o.v.yg lain, mis: society dll)

And for the reply speech(kesimpulan) will be give by (1st or 2nd )speaker.

Next ladies and gentleman,i would like to give mour argument..(…)silahkan berargument sesuai point of view anda.

Jangan lupa untuk memberikan salam penutup dan ucapan terimakasih (untuk semua pembicara)

2nd speaker:

Tugas:

1.

Rebutle the 1st speaker of Neg Team.
2.

Argument

3rd speaker:

1.

Rebutle the 2nd speaker of Neg team
2.

Memberikan penguatan atas argumen pembicara1 dan 2
3.

Memberikan contoh n bukti yg kuat untuk keseluruhan argument of the team.

Khusus untuk 3rd speaker lebih baik yg bnr2 pandai brbicara dan lebih galak.Karena 3rd spkr adalah ujung tombak dari team anda.jadi 3rd speaker adlh hrs yg pling kuat dlm berargument.

Tugas Untuk Negatif team:

Pada dasarnya sama hanya tidak perlu membuat parameter karena team afirmatif telah menentukan sendiri

Sebagai negatif harus jeli terhadap tugas2 1st speaker of +. Ingat: jika tdk ada parameter anda bisa merebut point itu.

katakan saja mis:

1st speaker of Neg: well because the 1st speaker of affrmtf team didnt give us the parameter,so here i wouldlike to give our parameter today…bla..bla..

Jadi mau tdk mau mereka harus ikut jalur anda.(sesuatu yg sepele dan sangat menjatuhkan posisi lawan krn bisa saja mrk tdk kepikiran tentang batasan pembicaraan yg anda buat, jadi mereka bisa bingung sendiri mengawali argument mereka.)

Seandainya mereka nekat lari tanpa peduli parameter anda,maka itu suatu kesalahan yg besar,berarti perdebatan tdk ada artinya alias cuma bicara sendiri2 dan anda bisa langsung menegurnya.

Jelasnya :

1st speaker: Rebutle of the 1st speaker afrmtf

Pembagian tugas sama sprti diatas

Argument

2nd : rebutle of the2nd spkr of afrmtf

Argument

3rd :rebutle of 3rd speaker of + team

proofing n summery(jgn buat kasus baru)

—————-

Demikian kurang lebihnya untuk Australian debate rules.Ada jg untuk Australasia debate rules yaitu sama dgn diatas hanya saja pd saat masing2 pembicara berargumen, maka pembicara dr tean lawan bisa mendebat secara langsung(debat Kusir).

Misalnya ditengah anda sedang bera argument maka salah satu atau dua..atau bahkan ketiganya dari team lawan akan berdiri sambil mengangkat tangan dan berteriak P.o.i (point of interuption)lalu menyampaikan rebutlenya untuk anda.

Namun cara ini jarang dipakai,hanya kemarin pernah ada di EDC smu-smk seDIY di AKPRIND univ.

Sepertiga Penderita AIDS Kaum Remaja »

JENIS DEBAT BAHASA INGGRIS

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Secara formal, debat banyak dilakukan dalam institusi legislatif seperti parlemen, terutama di negara-negara yang menggunakan sistem oposisi. Dalam hal ini, debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri.
Contoh lain debat yang diselenggarakan secara formal adalah debat antar kandidat legislatif dan debat antar calon presiden/wakil presiden yang umum dilakukan menjelang pemilihan umum.
Debat kompetitif adalah debat dalam bentuk permainan yang biasa dilakukan di tingkat sekolah dan universitas. Dalam hal ini, debat dilakukan sebagai pertandingan dengan aturan ("format") yang jelas dan ketat antara dua pihak yang masing-masing mendukung dan menentang sebuah pernyataan. Debat disaksikan oleh satu atau beberapa orang juri yang ditunjuk untuk menentukan pemenang dari sebuah debat. Pemenang dari debat kompetitif adalah tim yang berhasil menunjukkan pengetahuan dan kemampuan debat yang lebih baik.
Debat kompetitif dalam pendidikan
Tidak seperti debat sebenarnya di parlemen, debat kompetitif tidak bertujuan untuk menghasilkan keputusan namun lebih diarahkan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan tertentu di kalangan pesertanya, seperti kemampuan untuk mengutarakan pendapat secara logis, jelas dan terstruktur, mendengarkan pendapat yang berbeda, dan kemampuan berbahasa asing (bila debat dilakukan dalam bahasa asing).
Namun demikian, beberapa format yang digunakan dalam debat kompetitif didasarkan atas debat formal yang dilakukan di parlemen. Dari sinilah muncul istilah "debat parlementer" sebagai salah satu gaya debat kompetitif yang populer. Ada berbagai format debat parlementer yang masing-masing memiliki aturan dan organisasinya sendiri.
Kejuaraan debat kompetitif parlementer tingkat dunia yang paling diakui adalah World Universities Debating Championship (WUDC) dengan gaya British Parliamentary di tingkat universitas dan World Schools Debating Championship (WSDC) untuk tingkat sekolah menengah atas.
Kompetisi debat bertaraf internasional umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Tidak ada bantuan penerjemah bagi peserta manapun. Namun demikian, beberapa kompetisi memberikan penghargaan khusus kepada tim yang berasal dari negara-negara yang hanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (English as Second Language - ESL).
Negara-negara yang terkenal dengan tim debatnya antara lain Inggris, Australia, Irlandia, dan Amerika Serikat. Di Asia, negara yang dianggap relatif kuat antara lain Filipina dan Singapura.
Debat kompetitif di Indonesia
Artikel Utama: Debat kompetitif di Indonesia
Di Indonesia, debat kompetitif sudah mulai berkembang, walaupun masih didominasi oleh kompetisi debat berbahasa Inggris. Kejuaraan debat parlementar pertama di tingkat universitas adalah Java Overland Varsities English Debate (JOVED) yang diselenggarakan tahun 1997 di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, dan diikuti oleh tim-tim dari berbagai wilayah di P. Jawa. Kejuaraan debat se-Indonesia yang pertama adalah Indonesian Varsity English Debate (IVED) 1998 di Universitas Indonesia. Hingga kini (2006), kedua kompetisi tersebut diselenggarakan setiap tahun secara bergilir di universitas yang berbeda.
Sejak 2001, Indonesia telah mengirimkan delegasi ke WSDC. Delegasi tersebut dipilih setiap tahunnya melalui Indonesian Schools Debating Championship (ISDC) yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional bekerjasama dengan Association for Critical Thinking (ACT).
Berbagai gaya debat parlementer
Dalam debat kompetitif, sebuah format mengatur hal-hal antara lain:
• jumlah tim dalam satu debat
• jumlah pembicara dalam satu tim
• giliran berbicara
• lama waktu yang disediakan untuk masing-masing pembicara
• tatacara interupsi
• mosi dan batasan-batasan pendefinisian mosi
• tugas yang diharapkan dari masing-masing pembicara
• hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pembicara
• jumlah juri dalam satu debat
• kisaran penilaian
Selain itu, berbagai kompetisi juga memiliki aturan yang berbeda mengenai:
• penentuan topik debat (mosi) - apakah diberikan jauh hari sebelumnya atau hanya beberapa saat sebelum debat dimulai (impromptu)
• lama waktu persiapan - untuk debat impromptu, waktu persiapan berkisar antara 15 menit (WUDC) hingga 1 jam (WSDC)
• perhitungan hasil pertandingan - beberapa debat hanya menggunakan victory point (VP) untuk menentukan peringkat, namun ada juga yang menghitung selisih (margin) nilai yang diraih kedua tim atau jumlah vote juri (mis. untuk panel beranggotakan 3 juri, sebuah tim bisa menang 3-0 atau 2-1)
• sistem kompetisi - sistem gugur biasanya hanya digunakan dalam babak elimiasi (perdelapan final, perempat final, semifinal dan final); dalam babak penyisihan, sistem yang biasa digunakan adalah power matching
Format debat parlementer sering menggunakan peristilahan yang biasa dipakai di debat parlemen sebenarnya:
• topik debat disebut mosi (motion)
• tim Afirmatif (yang setuju terhadap mosi) sering disebut juga Pemerintah (Government), tim Negatif (yang menentang mosi) disebut Oposisi (Opposition)
• pembicara pertama dipanggil sebagai Perdana Menteri (Prime Minister), dan sebagainya
• pemimpin/wasit debat (chairperson) dipanggil Speaker of The House
• penonton/juri dipanggil Members of the House (Sidang Dewan yang Terhormat)
• interupsi disebut Points of Information (POI)
Australian Parliamentary/Australasian Parliamentary ("Australs")
Gaya debat ini digunakan di Australia, namun pengaruhnya menyebar hingga ke kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan di Asia, sehingga akhirnya disebut sebagai format Australasian Parliamentary. Dalam format ini, dua tim beranggotakan masing-masing tiga orang berhadapan dalam satu debat, satu tim mewakili Pemerintah (Government) dan satu tim mewakili Oposisi (Opposition), dengan urutan sebagai berikut:
1. Pembicara pertama pihak Pemerintah - 7 menit
2. Pembicara pertama pihak Oposisi - 7 menit
3. Pembicara kedua pihak Pemerintah - 7 menit
4. Pembicara kedua pihak Oposisi - 7 menit
5. Pembicara ketiga pihak Pemerintah - 7 menit
6. Pembicara ketiga pihak Oposisi - 7 menit
7. Pidato penutup pihak Oposisi - 5 menit
8. Pidato penutup pihak Pemerintah - 5 menit
Pidato penutup (Reply speech) menjadi ciri dari format ini. Pidato penutup dibawakan oleh pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga). Pidato penutup dimulai oleh Oposisi terlebih dahulu, baru Pemerintah.
Mosi dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh Pihak Oposisi, contoh:
(This House believes) That globalization marginalizes the poor.
(Sidang Dewan percaya) Bahwa globalisasi meminggirkan masyarakat miskin.
Mosi tersebut dapat didefinisikan oleh pihak Pemerintah dalam batasan-batasan tertentu dengan tujuan untuk memperjelas debat yang akan dilakukan. Ada aturan-aturan yang cukup jelas dalam hal apa yang boleh dilakukan sebagai bagian dari definisi dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Tidak ada interupsi dalam format ini.
Juri (adjudicator) dalam format Australs terdiri atas satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Dalam panel, setiap juri memberikan voting-nya tanpa melalui musyawarah. Dengan demikian, keputusan panel dapat bersifat unanimous ataupun split decision.
Di Indonesia, format ini termasuk yang pertama kali dikenal sehingga cukup populer terutama di kalangan universitas. Kompetisi debat di Indonesia yang menggunakan format ini adalah Java Overland Varsities English Debate (JOVED) dan Indonesian Varsity English Debate (IVED).
Asian Parliamentary ("Asians")
Format ini merupakan pengembangan dari format Australs dan digunakan dalam kejuaraan tingkat Asia. Perbedaannya dengan format Australs adalah adanya interupsi (Points of Information) yang boleh diajukan antara menit ke-1 dan ke-6 (hanya untuk pidato utama, tidak pada pidato penutup). Format ini juga mirip dengan World Schools Style yang digunakan di WSDC.
Di Indonesia, format ini digunakan dalam ALSA English Competition (e-Comp) yang diselenggarakan (hampir) setiap tahun oleh ALSA LC [[Universitas Indonesia], dan juga di Mahoni English Debating Championship (MEDC) di SMA Negeri 2 Bengkulu sejak tahun 2000 dan Cendana English Day (CED) di SMA Negeri 5 Bengkulu sejak tahun 2005.

tobe continue . . .